Tanya-Jawab

Tanya jawab seputar tuna rungu dan permasalahannya.

Beberapa pertanyaan akan dicantumkan di bawah ini.

Sumber: http://www.thtkomunitas.org

Apakah semua bayi harus dilakukan deteksi dini pendengaran ?

Sasaran dari program deteksi dini adalah pada seluruh bayi yang lahir sehingga di lakukan diharapkan intervensi dapat dilkukan secara dini, tetapi mengingat peralatan dan tenaga ahli yang minimal sehingga prioritas ditujukan terhadap bayi yang memiliki faktor resiko yang tinggi dan bayi yang dirawat di ruang rawat intensif yang dilakukan pemeriksaan.

Dear, dokter THT, anak saya umur 3 tahun sudah memakai alat bantu dengar merk phonax yang semi digital, namun untuk respon mendengarnya belum ada, yang ingin saya tanyakan: 1. Cara mengetahui apakah ABD yang saya beli cocok atau tidak ? 2. Apakah dengan alat tersebut dapat meningkatkan kualitas pendengaran atau mengecilkan db. 3. Apakah saya perlu tes bera ulang, karena tes bera yang lampau sudah 1 tahu yang lalu ?

Kami harus mengetahui sampai berapa hasil bera yang didapat sebelumnya karena penggunaan ABD sangat terkait dengan hasil tersebut, sedangkan respon yang diharapkan tidak terlihat, memang selain penggunaan abd juga sebaiknya dibarengi dengan terapi wicara agar hasil yang diharapkan optimal. kami menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan ASSR (BERA yang lebih lengkap) yang terdapat di RSCM.

TJA/ HDI

Apa saja program habilitasi ketulian dan bagaimana mendeteksi secara dini gangguan pendengaran ?

Habilitasi pendengaran (memberikan fungsi pendengaran yang seharusnya dimiliki seseorang) ditujukan utk bayi / anak yang belum memiliki kemampuan/ pengalaman mendengar sebelumnya. Dilakukan bila sudah dipastikan mengalami ketulian. Program ini berupa (1) amplifikasi ( memperkeras input suara) misalnya melalui berbagai pilihan (alat bantu dengar (hearing aid) bila tidak berhasil perlu dipertimbangkan implantasi koklea ( memasukkan kabel elektroda ke dalam rumah siput/koklea, melaui operasi). (2) Auditory training(latihan mendengar) dan (3) Latihan Wicara (pilihan :Speech therapy, Auditory Verbal Therapy, Sensory Integration).

Deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi sudah DIMULAI SEJAK USIA 2 HARI ( sebelum keluar dari RS), bila hasilnya refer (gagal) atau ada faktor risiko (misalnya lahir kuning, berat badan kurang dari 1500 gr, waktu hamil ibu mengalami infeksi toksoplasma atau Rubela) perlu pemeriksaan pendengaran lanjutan pada usia 1 dan 3 bulan. Pada USIA 3 BULAN SUDAH HARUS DIPASTIKAN ADA/TIDAKNYA GANGGUAN PENDENGARAN sehingga HABILITASI SUDAH DIMULAI SEBELUM USIA 6 BULAN. dengan habilitasi yang baik diharapkan KEMAMPUAN WICARA PADA SAAT USIA 3 TAHUN BISA MENDEKATI ANAK NORMAL.

Pemeriksaan pendengaran HARUS menggunakan cara cara yang obyektif ( sensitivitas mendekati 100%) yaitu Oto Acoustic Emission (OAE) dan BERA ( Brainstem Evoked response Audiometry) . OAE untuk menentukan fungsi sensor bunyi rumah siput pada ( usia 2 hari , 1 dan 3 bulan). BERA utk menentukan menilai reaksi saraf pendengaran terhadap bunyi dari luar ( diperiksa saat usia 1- 3 bulan). Skrining pendengaran secara masal dan berkala juga dilakukan pada murid sekolah dan pekerja industry (risiko terpapar bising) dengan tehnik/ metode berbeda (dengan bayi/ anak)

Apakah setiap gangguan wicara selalu diakibatkan oleh gangguan pendengaran ?

Memang sebagian selalu diikuti oleh gangguan pendengaran tetapi pada pendengaran normal pun ditemukan gangguan wicara seperti pada afasia perkembangan, dislogia, gangguan pemusatan perhatian (ADD), disatria, autisme dll (lihat terapi wicara), untuk dapat memastikan apakah terdapat gangguan berbicara perlu dipastikan terlebih dahulu apakah pendengarannya normal dengan pemeriksaan suara.

Apakah hasil tes bera dapat dikatakan 100 % kebenarannya, anak saya umur 2,6 tahun baru saja tes bera dengan hasil :sampai 80 db tidak merespon apakah bisa disembuhkan ?

Pemeriksaan BERA adalah untuk menilai ambang dengar seseorang pada frekwensi antara 1000 s/d 4000 HZ walaupun sensitif pada 2000-4000 Hz (Frek.Tinggi). Pada anak dengan gangguan pendengaran yang terjadi sejak lahir biasanya kita masih mendapatkan sisa pendengaran pada frekwensi rendah. Kita harus melakukan pemriksaan lain untuk saling melengkapi antara lain OAE, BERA pada frekwensi rendah atau BOA.

Responses

  1. anak sy kena virus rubella waktu dlm kandungan dan sekarang udah berumur 12 th waktu bera tinggal sedikit pendengarannya dari umur 3 th sy sdh pki adb tapi sekarang ini kendala bagaimana sy mengajarkan terapi tw sama anak sy krn sy tinggal dilampung pusat terapi cuma ada di rsu aja siapa yang bisa bantu sy krn saya ingin anak bisa bicara saya saran nya ke email varyan_smandasbio7@yahoo.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: