Oleh: akubisadengar | Maret 16, 2008

Belajar Artikulasi

Tidak semua anak tuna rungu memakai ABD dan kemampuan mendengar dengan ABD sendiri berbeda tergantung dari tingkat gangguan pendengaran dan latihan mendengar yang diiukuti. Untuk memperbaiki bicara anak perlu dilakukan latihan artikulasi dimana tidak semua sekolah memasukkan dalam salah satu mata pelajarannya. Pada latihan artikulasi anak belajar secara individu di ruangan khusus dengan satu orang guru artikulasi. Lama waktu belajar sekitar 20-30 menit setiap harinya. Setiap anakpun berbeda berdasarkan kemampuan intelejensinya. Pada buku Pembinaan Bahasa Anak Tuli dengan sistem 350 kata, terdapat cara untuk mengajar artikulasi. Bisa kita pakai untuk mengajarkan kepada anak kita di rumah sebagai kesinambungan dengan pelajaran yang di berikan di sekolah. Anak belajar tidak hanya di sekolah sebagai tanggung jawab guru, akan lebih baik jika di rumah pun belajar lebih mengeksplorasi kemampuan anak.

Bahan Pelajaran Artikulasi dari buku Pembinaan Bahasa anak Tuli :

Pada umumnya bagi anak tuna rungu suara ujaran vocal lebih mudah diucapkan daripada konsonan. Sebagai latihan pertama diberikan latihan senam mulut (mouth-training). Anak disuruh meniru mengucapkan vocal dasar berturut-turut, yaitu a/i/u/e/o berulang tanpa terputus. Vokal a yang paling mudah diucapkan sehingga diajarkan yang pertama kali. Untuk anak yang dapat mendengar mereka akan meniru dengan mengeluarkan suara a, bagi yang tidak di Bantu dengan menggetarkan pita suaranya. Tangan anak diletakkan pada leher kita untuk mengetahui bahwa ada getaran di situ. Setelah itu huruf vokal selanjutnya.

Untuk konsonan ada pembagian beberapa karakter berdasarkan asal keluarnya huruf

– konsonan bilabial (p/b/m) merupakan konsonan bibir, cara melatihnya usahakanlah agar konsonan itu tempatnya berubah-ubah dari di muka-di tengah-di belakang

contoh : p papa apa map

b babi aba bab

m mama oma bom

– konsonan dental (t/d/n) seperti halnya bilabial, cara melatihnya pun dengan pola yang sama

– konsonan langit-langit lembut (k,g,ng) konsonan bilabial dan dental cara melafalkannya dapat terlihat langsung oleh anak. Konsonan langit-langit lembut sukar dilihat, oleh karena itu perlu kita beri petunjukuntuk memudahkan anak dalam meniru mengucapkannya.

Mulai dari pembentukkan ng dengan mempergunakan m sebagai alat yang sudah dikenal. Selagi m diucapkan bukalah bibir dan rahang anak perlahan. Untuk g dan k agak sulit untuk mengatasinya biarkanlah sementara waktu sehingga k nya lancar di ucapkan.

Untuk menyuarakan g, berilah latihan vocal, konsonan, vocal berkali kali Contoh : a k a (a g a) Kaki kakak kaku Gigi gaga gugu Gigi tang nganga Walaupun telah belajar artikulasi belum dapat dijamin bahwa anak tentu betul mengucapkannya.

Perlu di ingat, bahwa anak tetap tuli/kurang pendengaran, Mereka tidak mempunyai control untuk ucapannya sendiri. Lebih lagi dalam membaca kalimat yang panjang, ucapannya dapat lebih kabur lagi. Maka satu-satunya jalan ialah, segala sesuatu harus selalu diulang. Makin banyak diulang, makin lebih baik.

Sumber: http://rozarumaisho.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: