Oleh: akubisadengar | Agustus 25, 2008

Penatalaksanaan Terapi Wicara Pada Anak Tuna Rungu (1)

Disampaikan pada parenting support Bandung, 24-08-2008. Oleh: Dwi Yanti, A.Md.TW

Pendahuluan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa anak yang memiliki gangguan pendengaran/tuna rungu pasti akan memiliki kesulitan berkomunikasi secara verbal. Akan tetapi bila anak tuna rungu ditangani dengan tepat, konsisten dan sistematis maka kesulitan berkomunikasi secara verbal bisa ditanggulangi.

Hal yang paling sulit dipelajari oleh anak tuna rungu adalah belajar mendengar,maka pendekatan yang diberikan pada anak tuna rungu bukan hanya melalui sensor auditory (pendengaran) tapi juga mengikut sertakan sensor visual dan taktil kinestetik (rasa raba).

A.Prespeech/Prawicara

Pada tahap ini kita mulai berikan latihan persepsi pendengaran dengan memperkenalkan bunyi-bunyi bahasa kepada anak dari berbagai posisi. Apabila tidak ada respon dari anak, maka kita jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa anak kita tidak mendengar.Anak kita pasti mendengar stimulus yang kita berikan,namun dia belum mengetahui suara stimulus yang kita berikan. Maka kita harus langsung memberi tahu kepada anak bunyi yang kita berikan, misalnya:

Stimulus: Suara lonceng 3X

Respon : Tdk respon

Kita harus memperlihatkan benda yang kita perdengarakan kepada anak bahwa tadi adalah suara/bunyi lonceng,dan kita minta anak untuk memegang benda tersebut.Berarti dalam hal ini anak sudah mendapatkan konsep bahasa “lonceng” melalui tiga sensor. Apabila persepsi pendengaran anak terhadap bunyi/suara sudah konsisten, maka kita harus mengganti program latihan pada tingkat yg lebih sulit, misalnya kita mulai memberi stimulus bunyi/suara berdasarkan ritme/ketukan, memory perception auditory,dsb.

B.Bahasa

Menurut Joseph Bram “a language is a structured system of arbitary vocal symbols by means of which members of social group interact” yang berarti “bahasa adalah suatu system yang berstruktur dari symbol-simbol bunyi arbiter yang dipergunakan oleh para anggota suatu kelompok sosial sebagai alat bergaul satu sama lain.”

Didalam aturan secara linguistik, unsur bahasa dibagi atas tiga bagian,meliputi isi,bentuk dan penggunaan. Dimana kita tahu dalam berkomunikasi secara verbal sehari-hari kita sudah pasti akan menggunakan ketiga unsur tersebut. Dalam hal ini saya hanya membahas sekelumit dari salah satu unsur atas.

Sebelum kita memulai pendekatan dan terapi kepada anak, kita harus mempersiapkan materi dan alat yang kita perlukan. Misalnya, kita akan memperkenalkan kata “kucing” maka kita harus menyiapkan flash card (kartu bergambar) benda tsb, buku/majalah bergambar benda tsb, miniatur atau boneka dsb. Adapun cara dalam menerapkan konsep kata di atas,sbb:

  1. Minta anak untuk mengidentifikasi flash card pada benda yg sama.
  1. Bila anak merespon benar maka kita jangan lupa utk memberi reward, berupa pujian, stiker anak,tos, dsb. Bila anak tidak merespon maka kita jangan terburu-buru memberi punishment (hukuman) kepada anak. Sebaiknya arahkan anak untuk mengidentifikasi benda yang dimaksud. Dengan begitu maka anak akan dapat memahami instruksi dan benda yang kita maksud. Jangan lupa, kita tetap memberi stimulus melalui auditory (suara kucing) agar anak semakin paham tentang konsep dari benda tersebut.
  1. Saat kita memberi stimulus auditory, jangan lupa kita harus manfaatkan miniatur dr benda tsb.
  1. Sebelum kita memulai aktifitas di atas, ada baiknya kita jangan langsung memperlihatkan benda/alat yang akan digunakan karena akan membuat konsentrasi anak mudah beralih dan tidak fokus.
  1. Bila latihan diatas sudah konsisten kita harus lanjutkan kemateri yg lebih sulit.

C. Artikulasi.

Artikulasi merupakan proses penyesuaian ruangan supraglottal yang tujuannya untuk memodifikasi bunyi suara laryngeal menjadi suara bicara. Penyesuaian ruangan didaerah laring terjadi dengan menaikkan dan menurunkan laring,mengatur jumlah transmisi udara melalui rongga mulut dan rongga hidung melalui katup velofaringeal dan merubah posisi mandibula (rahang bawah) dan lidah. Proses diatas yang akan menghasilkan bunyi dasar dalam berbicara.

Sebagaimana kita tahu bahwa anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara (spt:tunarungu, afasia perkembangan, autisma, dsb) tentunya akan mengalami kegagalan dalam berartikulasi. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan maturasi organ artikulasi, maka untuk mencapai kemampuan artikulasi yang baik diperlukan oral motor exercise terlebih dahulu. Latihan oral motor bertujuan untuk menguatkan otot-otot organ artikulasi.

Setelah kita melakukan stimulasi oral motor maka kita mulai melakukan produksi suara/bunyi vocal, suku kata, kata dst melalui sensor auditory,visual dan taktil kinestetik.

Ditinjau dari bidang fonologi bahasa dikelompokan atas vocal(vokoid) dan bunyi konsonan (kontoid).Dalam bahasa Indonesia bunyi vocal terbagi atas 6 bunyi yaitu /a/,/i/,/u/,/e/,/o/,dan /?/ .Sedangkan bunyi konsonan ditentukan oleh cara pengucapan (manner of articulation) dan titik pengucapan (point of articulation). Ditinjau dari cara pengucapan,bunyi konsonan digolongkan dalam :

1.Konsonan plosif : /t/,/d/,/p/,/b/,/k/,/g/

2.Konsonan frikatif : /f/,/s/,/z/

3.Konsonan afrikat : /c/,/j/

4.Konsonan getar : /r/

5.Konsonan nasal :/n/

6.Konsonan semi-vokal : /w/

7.Konsonan lateral : /l/

Berdasarkan titik artikulasi,bunyi konsonan digolongkan menjadi :

1.Konsonan bilabial : /p/,/b/,/m/

2.Konsonan labio dental : /f/,/v/,/w/

3.Konsonan apiko dental : /t/

4.Konsonan apiko alveolar : /n/,/l/,/r/

5.Konsonan apiko palatal : /d/

6.Konsonan lamino alveolar : /s/,/z/

7.Konsonan medio palatal : /c/,/g/,/ny/

8.Konsonan dorso velar : /k/,/g/,/ng/,/x/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: