Oleh: akubisadengar | Maret 24, 2009

Dinamika Pengasuhan Orangtua Tuna Rungu Yang Memilik Anak Berpendengaran Normal

Selayaknya manusia yang lain, orang tuna rungu juga akan melalui fase perkembangan hidupnya sebagai orangtua. Sekitar 90% orang tuna rungu memilih pasangan yang juga tuna rungu dan sekitar 90% mereka memiliki anak-anak dengan kemampuan pendengaran yang normal (Mallory, Zingle, dan Schein, 1993 dalam Burke, 1994: 4).

Pengasuhan anak oleh orangtua yang tuna rungu memang membutuhkan suatu pemahaman dan situasi-situasi yang khusus bila dibandingkan dengan orangtua pada umumnya. Mereka perlu memikirkan strategi atau cara-cara khusus dalam mengasuh dan merawat anak-anak mereka.

Perbedaan kondisi kemampuan pendengaran antara orangtua dan anak rentan untuk memunculkan kesalahpahaman sebagai akibat perbedaan dalam penyampaian maksud dan keinginan. Orangtua yang tuna rungu tentu perlu menyesuaikan keterbatasan dirinya dengan tanggung jawab mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak baik kebutuhan materi, fisiologis, psikologis maupun kebutuhan untuk membangun relasi sosial. Penelitian Mallory, Schein dan Zingle (1992, dalam Singleton, 2000: 226), mengenai persepsi dan performace orangtua tuna rungu dalam mengasuh anak, menghasilkan bahwa orangtua tuna rungu sebenarnya memiliki pandangan yang positif mengenai efektivitas pengasuhan dalam keluarga mereka.

Namun sayangnya penelitian maupun literature mengenai orangtua tuna rungu memang masih jarang ditemukan. Padahal menurut Western Pennsylvania School for The Deaf (1992: 13). sebenarnya masih banyak orangtua tuna rungu yang ingin mengetahui informasi mengenai pengasuhan anak seperti informasi mengenai bagaimana anak-anak mereka seharusnya berperilaku, bagaimana membuat dan menjaga peraturan dengan adil di dalam rumah, bagaimana mengajarkan pengambilan keputusan pada anak serta bagaimana mengajarkan sikap yang positif terhadap tugas-tugas sekolah.

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian studi kasus intrinsik dengan pendekatan interpretif Penggalian data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Sementara metode analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik. Hasil analisa tema selanjutnya dipaparkan secara deskriptif pada setiap kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak pada masing-masing orangtua dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang berbeda antara satu dengan yang lain. Secara umum faktor-faktor tersebut berkaitan dengan faktor dari dalam dan faktor dan luar orangtua. Sementara pengasuhan yang nampak secara umum meliputi pengasuhan secara fisik, keterampilan dasar, penanaman nilai normatif, spiritual dan akademis.

By: HANDARIYATI, RATIH
Email: library@lib.unair.ac.id
Undergraduate Theses Airlangga University


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: