Oleh: akubisadengar | Maret 25, 2009

Infeksi Telinga & Ketulian

Telinga dapat di bagi menjadi:
1. Bagian luar telinga – Pinna dan saluran eksternal
2. Bagian tengah telinga – gendang telinga, rongga bagian tengah dan strukturnya, tube Eustachian
3. Bagian dalam telinga – koklea dan labirin (saluran semi-circular)

1. Otitis Externa (infeksi telinga bagian luar)

Saluran eksternal telinga adalah hangat, gelap dan mempunyai kecenderungan untuk menjadi lembab, hal ini menyebabkan saluran tersebut menjadi tempat yang ideal bagi bertumbuhnya bakteri dan jamur. Kulit dari saluran ini juga sangat tipis dan dapat dengan mudah terluka. Terdapat lokasi sempit yang secara alami membentuk seperti saluran kerucut yang dapat “menjebak” dan mencegah kotoran, cairan dan lemak untuk keluar secara normal. Khususnya di bagian luar yang berambut sangat rentan untuk tumbuhnya benjolan seperti jerawat.

Otitis eternal biasanya menyakitkan (dan gatal jika terkena infeksi jamur) dan dihubungkan dengan rasa sakit pada saat membuka rahang. Pada kasus yang sudah gawat dan ditunda-tunda, kotoran bisa terbentuk di belakang pinna.

Perawatan:

Ahli bedah THT anda akan melakukan pemeriksaan yang sesuai dengan mikroskop khusus. Lemak, infeksi kotoran dari bakteri dan jamur dapat dihilangkan dengan penyedot aspirasi. Kadang-kadang sumbu untuk mengeluarkan kotoran telinga (ear wick), kapas atau spon (cotton gauze or sponge) dimasukan ke dalam telinga untuk memasukan obat-obatan. Obat tetes atau obat makan sering kali diperlukan. Kadang, operasi dengan nama pemotongan & pengeluaran (Incision & Drainage) dari kotoran juga diperlukan.

2. Otitis media (Infeksi telinga bagian tengah)

Anak-anak pada umumnya mengunjungi dokter untuk masalah otitis media. Otitis media adalah penyebab utama tuli pada masa kanak-kanak. Kadang juga berpengaruh pada orang dewasa, khususnya bagi mereka yang mempunyai masalah hidung atau sinus.

Otitis Media menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan serius yang akan diderita baik oleh anak itu sendiri maupun keluarganya. Kehilangan kemampuan untuk mendengar, khususnya pada anak-anak, akan mengakibatkan menurunnya kemampuan belajar dan bahkan memperlambat perkembangan kemampuan berbicara. Namun jika dirawat secara tepat dan efektif, pendengaran hampir selalu dapat dipulihkan menjadi normal.

Otitis Media adlaha juga penyakit yang serius karena infeksinya dapat menyebar ke struktur terdekat di kepala khususnya mastoid. Di negara belum berkembang, infeksi telinga tengah bisa menyebabkan infeksi otak.

Penyebab dari otitis media

Penyumbatan pada tube Eustachian selama demam, alergi atau infeksi saluran pernafasan atas dan keberadaan bakteri atau virus yang mengarah ke penumpukan cairan (pus & mucus) dibelakang gendang telinga. Otitis media yang sudah akut sering menyebabkan terbentuknya tekanan nanah dibagian tengah telinga yang menyebabkan demam, sakit telinga, pembengkakan, dan merah. Cairan/ nanah mencegah gendang telinga untuk bergetar dengan seharusnya, dan mencegah suara untuk dapat di dengar oleh Ossikel (ossicle/ 3 tulang kecil di telinga tengah) dan kemudian menyebabkan adanya gangguan pendengaran.

Kadang gendang telinga terluka, dan nanah keluar dari telinga. Namun yang umumnya terjadi, nanah atau lendir tetap berada di bagian tengah telinga karena adanya pembengkakan pada tube eustchian tube. Hal ini disebut sebagai efusi telinga tengah (middle ear effusion) atau serous otitis media.

Seringkali setelah tahap akut dari infeksi telah berlalu, efusi tetap ada dan menjadi tebal dan menempel seperti lem (glue-like), dan berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan tahun. Anak-anak seringkali terkena infeksi akut yang berulang-ulang dan menderita tuli.

Telinga lem (glue ear) sering dihubungkan dengan meningkatnya kejadian berbahaya di telinga tengah yang dikenal sebagai kolesteatoma (cholesteatoma).Di Asia Tenggara, telinga lem adalah sangat umum terjadi pada pasien-pasien yang telah menjalani Radio terapi untuk kanker saluran pernafasan (Nasopharyngeal Cancer/ NPC-nose cancer)

Image
CT Scan NPC

Gejala dari otitis media

Pada anak-anak balita dan bayi temukan:
Kebiasaan menarik-narik telinga, khususnya jika diikuti dengan gejala sebagai berikut:
1. Gangguan Pendengaran
2. Menangis, mudah terganggu
3. Demam
4. Muntah-muntah
5. Banyak kotoran telinga

Pada anak-anak, remaja dan dewasa temukan:
1. Sakit telinga
2. Perasaan penuh atau tekanan
3. Gangguan pendengaran
4. Pusing-pusing dan kehilangan keseimbangan
5. Mual, muntah-muntah
6. Banyak kotoran telinga
7. Demam

Tanpa perawatan yang tepat, kerusakan dari infeksi telinga dapat menyebabkan tuli yang permanen.

Perawatan

Dokter THT akan memeriksa telinga dengan otoskope atau mikroskop.Ini akan memungkinkan dokter untuk melihat apakah ada tanda merah di telinga atau cairan dibelakang gendang telinga.Tes lain yang seringkali diperlukan termasuk pemeriksaan hidung/ sinus, tympanogram dan audiogram.

Tympanogram mengukur tekanan udara di bagian tengah telinga untuk melihat kelancaran kerja tube eusthacia dan seberapa baik gendang telinga bisa bergerak.
Audiogram dilakukan jika pendengaran telah hilang, caranya dengan memperdengarkan nada pada beberapa tangga nada.

Obat-obatan yang dianjurkan mencakup obat tetes untuk telinga, untuk hidung (untuk hidung tersumbat), antibiotik dan obat makan untuk antihistamin dan decongestan. Obat-obatan mungkin juga diperlukan untuk menghilangkan rasa sakit dan demam.

Operasi

Jika obat-obatan saja gagal untuk menyelesaikan masalahnya, dokter anda mungkin akan menyarankan untuk melakukan operasi. Khususnya jika akan mempengaruhi pertumbuhan anak-anak.

Operasi yang disebut myringtomy meliputi pembukaan kecil (small surgical incision) ke dalam gendang telinga untuk mengeluarkan cairan dan menghilangkan rasa sakit. Bukaan (potongan/ incision) ini akan sembuh dalam beberapa hari tanpa tanda atau luka pada gendang telinga. Terkadang tube ventilasi (umumnya dikenal sebagai Gromet’s tube) diletakan di dalam bukaan tadi jika masalah tetap ada setelah jangka waktu yang lama.

Tube ventilasi ini tetap diletakan disana selama waktu yang diperlukan oleh infeksi telinga bagian tengah untuk membaik dan sampai tube Eustachian kembali normal. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan. Selama masa penyembuhan ini, anda harus menjaga agar air tidak masuk kedalam telinga karena akan menyebabkan infeksi lagi. Selain daripada itu, tube tidak akan memnyebabkan masalah lagi, dan anda akan melihat perkembangan yang sangat baik pada pendengaran dan penurunan pada frekuensi infeksi telinga.

Image
Ventilation tube in R ear

Jika otitis media terjadi karena infeksi kronis dari adenoids dan amandel, dokter mungkin akan menyarankan untuk membuangnya. Hal ini dapat dilakukan pada saat yang sama dengan pemasangan tube ventilasi.

3. Infeksi dalam telinga

Jenis infeksi ini tidak seumum infeksi di bagian lain dari telinga tapi umumnya sangat serius karena dapat menyebabkan ketulian yang permanen jika tidak dirawat secara agresif dan cepat.

Bagian dalam telinga terdiri dari koklea yang berbentuk seperti rumah siput (untuk pendengaran) dan labirin yang berbentuk seperti stasiun luar angkasa yang dinamakan daluran semi-circular.

Kerusakan diduga terjadi karena infeksi (virus dan bakteri), ischemia (kekurangan darah) atau trauma (contohnya luka pada bagian kepala). Pada sebagian besar kasus, penyebab dari luka tidak diketahui.

Pasien yang menderita kerusakan pada bagian dalam telinga dapat menderita tuli saja atau dengan vertigo atau kedua-duanya.

Seringkali sangat sulit untuk membedakan antara tuli infeksi bagian dalam atau tuli pada bagian perasa (sensory) dari penyebab-penyebab lain seperti:
– Presbyacusis (penuaan)
– Tuli yang disebabkan karena suara keras (noise-induced deafness)
– Autoimmune inner ear disease (AIED) terjadi ketika sistem immune tubuh menyerang sel bagian dalam telinga sendiri.
– Tumor pada saraf pendengaran (Acoustic neuroma)
– Sebagai bagian dari penyakit Meniere

Perawatan

Pemeriksaan yang mendetil dan sejarah yang jelas mengenai kondisi telinga sangat penting.

Penyelidikan meliputi:
– Tes Audiologi: Audiogram/ Tympanogram/ Auditory Brainstem Reflex (ABR)/ Electro-Nystagmography (ENG)
– Tes darah
– Tes Radiologi: Magnetic Resonance Imaging Brain (MRI). Tes ini merupakan standar emas untuk tumor pada saraf pendengaran (Acoustic neuroma)

Untuk beberapa bentuk tuli bagian dalam telinga (infeksi), perawatan yang cepat dan agresif diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari stuktur bagian dalam telinga dan juga untuk memulihkan hilangnya pendengaran.

Perawatan biasanya mencakup dosis tinggi steroid/ vitamin B/ obat anti virus jika diindikasikan/ vasodilators.

Suntikan Intra-tympanic steroid untuk menyelamatkan kasus-kasus yang tidak memberikan reaksi pada obat-obatan sekarang mulai mendapat tanggapan yang menjanjikan dari beberapa studi penelitian.

Kesimpulan:

Infeksi telinga adalah subjek yang kompleks.

Harap mengunjungi dokter THT anda sedini mungkin, jika gejala anda tidak membaik dengan cepat melalui perawatan dari dokter keluarga anda.

Pada banyak kasus, perawatan yang sedini mungkin diperlukan untuk mencegah tuli permanen.

Sumber: http://www.entsurgery.com.sg/indo/index.php?option=content&task=view&id=63


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: